Sabtu, 14 April 2012

Rujukan dan Alasan (KOMUNIKASI BISNIS)

Pengertian Rujukan dan Alasan
·         Rujukan adalah segala sesuatu yang digunakan oleh seorang pembicara untuk menyokong atau memperkuat pernyataan dengan tegas.
·         Alas an adalah proses pencapaian kesimpulan dari data. Alasan terdiri dari bukti (data), tuntutan (kesimpulan),  dan pikiran yang membenarkan gerakan dari data menuju kesimpulan. Alas an dan rujukan faktual sangat berhubungan.
Sifat Rujukan dan Alasan
Materi-materi rujukan mungkin factual atau nonfactual. Fakta-fakta sulit didefinisikan tetapi Douglas Ehninger (1974) menyatakan bahwa fakta adalah sesuatu yang diyakini orang-orang sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat, maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya. Sebaliknya rujukan nonfactual menambahkan minat pada rujukan factual membuat rujukan factual menjadi dapat dipercaya atau memperkuat rujukan factual.
          Rujukan faktual terdiri atas laporan observasi langsung (kesaksian), statistik, contoh –contoh dan objek-objek faktual.  Rujukan nonfaktual terdiri atas cerita, contoh hipotesis, kutipan-kutipan sastra, analogi, dan sebagainya. Freeley (1981) menjelaskan bawa rujukan faktual digunakan untuk menetapkan tingkat kemungkinan yang tinggi atau bukti logis, sedangkan rujukan nonfaktual dapat digolongkan sebagai bukti etis dan bukti emosional.
 Materi rujukan faktual dan nonfaktual mncul dalam tiga bentuk :
Pertama : rujukan mungkin berbentuk bukti, contoh-contoh, statistik dan kesaksian.
Kedua : rujukan mungkin berbentuk nilai-nilai yang dianut orang-orang yang menerima argumentasi , yaitu para anggota khalayak. Sebagai contoh jika anda berfikir bahwa mendapatkan suatu pekerjaan yang baik merupakan hal yang sangat diinginkan atau seorang pembicara menjanjikan bahwa pembaca buku tertentu akan meningkatkan kemampuan Anda dalam menemukan jenis pekerjaan yang tepat, maka pembicara tersebut akan berusaha mendukung keinginan membaca buku dengan menggunakan nilai yang Anda anut.
Ketiga : rujukan mungkin berbentuk kredibilitas. Kredibilitas seseorang pembicara dapat meningkatkan penerimaan gagasannya.
          Nilai-nilai dan kredibilitas mungkin didukung oleh materi-materi faktual atau nonfaktual. Rujukan faktual dan rujukan nonfaktual mungkin digunakan bersama-sama dengan nilai dan atau rujukan kredibilitas.
          Alasan merupakan masalah pencapaian kesimpulan yang diambil dari data anda. Sebagai contoh, anggaplah anda mengiginkan para penyimak sependapat dengan kesimpulan anda yang menyatakan bahwa perusahaan akan mengalami penurunan keuntungan yang besar. Anda menunjukkan rujukan atau bukti bahwa semangat juang pegawai sangat rendah. Jadi, anda mengemukakan alasan adanya semangat juang pegawai yang rendah menyebabkan terjadinya penurunan keuntungan. Infant (1988), pembicara menyajikan tuntutan atau kesimpulan bila ia menginginkan penyimak dapat menerimanya. Kemudian, pembicara menyediakan bukti atau data untuk mendukung tuntutan. Akhirnya pembicara mengemukakan alasan mulai dari data sampai tuntutan.

Peran Rujukan dan Alasan dalam Presentasi
          Dalam melakukan persuasi pembicara harus berhasil dalam menetapkan hubungan antara konsep tujuan dan konsep motivasi. Para pembicara harus mampu “menunjukkan bahwa konsep motivasi ini benar-banar berhubungan dengan konsep tujuan”. Untuk menunjukkan hubungan tersebut, pembicara sering harus menggukanan alasan atau rujukan.
Para penyimak ternyata dimotovasi oleh efisiensi : yaitu mereka menilai efisiensi dan memiliki sifat yang sangat positif dan kinerja yang berfungsi dengan baik dan menghemat waktu, tenaga serta biaya. Rujukan dan alasan dapat digunakan sebagai alat untuk menetapakan atau memperkuat hubungan antarobjek (produk yang dijual) dan motif para penyimaknya (keinginan kuat terhadap efisiensi).
Ada tiga jenis rujukan :
1.   Mendukung keinginan terhadap suatu produk dan menghubungkannya dengan nilai khalayak (efisiensi).
2.   Menawarkan dua studi khusus yang berkenaan dengan efisiensi produk.
3.   Menyajikan kesaksian melalui pihak berwenang yang menyatakan bahwa produknya merupakan produk yang efisien.


Mengevaluasi Bukti Faktual
Bentuk –bentuk rujukan faktual biasanya digunakan oleh pembicara presentasi dengan meliputi kesaksian, statisik, contoh dan objek actual. Marilah kita amati setiap rujukan faktual sebagai alat bantu bagi anda untuk mengevaluasi jenis bukti ini pada pidato anda sendiri dan pada saat mendengarkan pidato orang lain.
          Kesaksian, sebagai bukti faktual, terdiri atas berbagai laporan mengenai gejala yang diamati. Seseorang yang melakukan observasi disebut saksi. Bila saksi tersebut berasal dari phak berwenang maka bukti tersebut sering disebut kesaksian pakar.
          Statistik sering disajikan sebagai bukti. Statistik adalah ukuran angka atau kuantitatif dari jangkauan atau frekuensi kejadian. Statistik merupakan gambaran fakta-fakta menurut angka.  Fakta tersebut juga berupa presentase. Statistic juga mengungkapkan mengenai :
1.   Mean : rata-rata yang ditentukan dengan menjumlahkan nilai-nilai dan membaginya dengan jumlah nilai total.
2.   Median : nilai yang terdapat ditengah-tengah suatu rangkaian.
3.   Modus : nilai yang paling sering muncul dalam sebuah data.
Uji statistic meliputi alasan objektivitas, kemampuan, motivasi, metode dan keakuratan oran gyang menyusun statistic. Terdapat dua factor yang penting yang harus dipertimbangkan pda saat menguji sampel. Pertama apakah sampel-sampel diambil dari sampel yang cukup besar? Kedua, karena sebuah contoh mewakili populasi yang besar, sampel harus memiliki ciri khas populasi yang diwakilinya.
Penggunaan objek nyata sebagai bukti menyulitkan dalam menyangkal kebenaran tuntutan. Objek berguna sebagai bukti nyata.
Mengevaluasi Rujukan Nonfaktual
          Rujukan nonfaktual menciptakan atau mempekuat minat dan kejelasan. Rujukan ini juga menguatkan bukti faktual. Tentu saja bukti faktual tidak selau lebih unggul dari pada rujukan nonfaktual. Bahkan, rujukan nonfaktual digunakan sebagai alasan yang berbeda dan harus dievaluasi melalui standar yang berbeda.
          Para pembicara menggunakan rujukan nonfaktual untuk kejelasan dan minat dalam bentuk cerita, contoh-contoh hipotesis, kutipan sastra, analogi figurative, dan seterusnya. Kriteria utamanya adalah kelayakan. Hal ini berate bahwa seorang pembicara harus :
1.   Memahami perbedaan antara rujukan faktual dan rujukan nonfaktual.
2.   Menghindari penggunaan rujukan nonfaktual pada saat rujukan faktual dibutuhkan.
Rujukan faktual maupun nonfaktual mungkin membujuk para penyimak dan menambah kejelasan serta minat terhadap suatu presentasi. Meteri faktual menentukan kebenaran dan keabsahan, meyakinkan penyimak, atau mengubah alasan mereka. Sebaliknya rujukan nonfaktual lebih sering menjadikan gagasan-gagasan itu hidup dan menarik.rujukan nonfaktual membantu para penyimak agar lebih terlibat sevara personal dalam presentasi.

Mengevaluasi Alasan
Alasan adalah hal dalam penyampaian kesimpulan data.data atau bukti yang tidak memadai atau keliru mungkin membuat kesimpulan Anda tidak berlaku sebagai pemberi alasan. Akan tetapi bukti yang paling baik dan benarpun tidak menjaminbahwa alasan anda benar.
Ada empat jenis pertimbangan yang umum dan mempelajari cara-cara untuk menghindari kesalahan dan penggunaannya. Keempat jenis alasan tersebut yaitu :


1.  Alasan melalui contoh
Anda berkesimpulan bahwa satu sampel atau lebh mewakili kelompok besar, atau populasi, dan apa yang nyata dalam contoh tersebut akan nyata pada setiap anggota populasi tersebut.
2.  Alasan melalui analogi
Apabila anda mengemukakan alasan melalui analogi, anda menarik kesimpulan berdasar pada perbandingan antara dua hal atau lebih. Suatu analogi mungkin bersifat figurative atau harafiah.
a.    Figurative : hal hal yang dibandingkan sebagian besar tidak serupa; tetapi, beberapa pokok kesamaan ditemukan.
b.    Harafiah : hal- hal yang dibandingkan sama.
3.  Alasan kausal
Alasan kausal digunakan untuk menyimpulkan bahwa kemunculan suatu hal menghasilkan atau menimbulkan hal atau kondisi lain. Untuk mengevaluasi alasan kausal dalam presentasi anda, tetapkan criteria berikut ini :
a.    Apakan penyebab yang dipaksakan mampu memberikan pengaruh?
b.    Apakah anda menghilangkan atau mengabaikan penyebab ganda?
c.    Apakah anda menduga bahwa kejadian yang terjadi secara kebetulan merupakan hubungan sebab akibat?
Kriteria pertama meminta anda mengemukakan alasan apakan sesuatu dianggap atau dituntut sebagai penebab benar-benar mampu menghasilkan pengaruh yang dipaksakan atau diamati.
Kriteria kedua; hubungan kausal ganda berarti bahwa sebagian besar akibat berasal dari lebih dari satu penyebab.
Kriteria ketiga meminta anda membedakan antara hubungan kausal dengan kejadian secara kebetulan.
4.  Alasan isyarat
Alasan isyarat dihubungkan dengan alasan kausal.pada alasan isyarat anda menganggap bahwa kehadiran suatu hal menunjukkan kemunculan hal lain. Masalah alasan isyarat adalah terkadang orang – orang memusatkan perhatiannya pada isyarat-isyarat yang kurang penting dan mengabaikan indikator-indikator yang lebih penting. Untuk itu, ada dua uji dasar untuk alasan isyarat.
·         Pertama, memusatkan perhatian pada satu isyarat padahal mengabaikan isyarat lain atau mengabaikan berbagai arti dari suatu isyarat merupakan hal yang tidak benar.
·         Kedua, tidak memusatkan perhatian pada isyarat yang kurang penting sambil mengabaikan indikator-indikator yang lebih penting dan berarti  merupakan hal yang penting.

Masalah-Masalah Alasan Tambahan
          Terdapat beberapa kesalahan alasan tambahan yang harus anda hindari dalam presentasi. Anda juga harus menyadari kesalahan-kesalahan ini saat menyimak pidato orang lain. Kesalahan-kesalahan ini sering dihubungkan sebagai kekeliruan. Kekeliruan terjadi ketika alasan seseorang tidak benar dan menyesatkan.
          Sebuah kekeliruan disebut ad hominem.  Ini berarti bahwa pembicaraan justru menyerang seseorang, bukan berhubungan dengan argumentasinya. Kekeliruan dalam alasan umum lainnya adalah mengindahkan pertanyaan. Pembicara menghindari persoalan yang diselisihkan dengan membantah persoalan lain.
          Masalah ketiga disebut nonsequitur (Latin) yang berarti “tidak mengikuti”. Seorang pembicara yang menarik kesimpulan dengan tidak mengikuti premis (dasar pemikiran) berarti telah menyatakan suatu nonsequitur.  Kekeliruan yang lain adalah ugnkapa “Anda adalah orang lain”, pada situasi ini, pembicara menolak menjawab pertanyaan-pertanyaan atau tuntutan khusus dan justru menunjukkan masalah, ketidakcukupan, dan kesalahan-kesalahan seseorang yang mengangkatberbagai persoalan.
Ada pula kekeliruan yang disebut “berdebat dalam sebuah lingkaran” berarti bahwa seseorang menggunakan argumentasi atau posisi yang disokong oleh alasan untuk menerimanya.
Berikut adalah tabel kekeliruan mengenai alasan
Kekeliruan
Sifat
Koreksi
Ad hominem
Menyerang seseorang bukan mengarahan masalahnya.
Berhubungan dengan masalah.
Mengindahkan pertanyaan
Berhubungan dengan masalah yang tidak didiskusikan.
Tetap pada masalah yang sedang didiskusikan.
Anda adalah orang lain
Menunjukkan kesalahan seseorang yang menyebutkan kesalahan anda.
Berhubungan degna tuntutan.
Berdebat dalam suatu lingkaran
Membenarkan kesimpulan dengan mengemukakan kembali alasan.
Memisahkan kesimpulan dengan alasan.
Pertanyaan-pertanyaan dengan banyak arti
Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab tanpa membahayakan penyaji.
Mengajukan pertanyaan yang wajar.
Pilihan yang salah
Menghilangkan pilihan-pilihan atau pemecahan yang memungkinkan.
Mendiskusikan seluruh pilihan yang memungkinkan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar